Partono Rudiarto Raih Penghargaan sebagai “Pelopor dan Pendiri PANDI”

Partono Rudiarto Raih Penghargaan sebagai “Pelopor dan Pendiri PANDI”

Jakarta, Inixindo – Peringatan 20 Tahun PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) menjadi momentum bersejarah bagi ekosistem internet Tanah Air. Dalam perayaan yang digelar di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan (01/09/2026), Direktur Inixindo Jakarta, Partono Rudiarto, menerima penghargaan sebagai “Pelopor & Pendiri PANDI”. Apresiasi ini diberikan atas kontribusinya dalam meletakkan fondasi awal pengelolaan nama domain .id dan identitas digital Indonesia. 

Bagi Inixindo, penghargaan ini memiliki makna mendalam. Selain memimpin Inixindo Jakarta, Partono Rudiarto juga dikenal sebagai instruktur ahli di bidang IT Management. Keahliannya membentang luas, mulai dari tata kelola TI, manajemen risiko, IT Service Management, hingga pengelolaan pusat data dan proyek. 

PANDI sendiri resmi berdiri pada 1 September 2006 setelah serangkaian diskusi mengenai kebutuhan pengelolaan domain .id yang lebih profesional. Organisasi tersebut dibentuk oleh komunitas internet Indonesia yang terdiri atas unsur pemerintah, industri, dan akademisi untuk menyediakan layanan registri nama domain tingkat tinggi Indonesia.  

Jejak Partono Rudiarto bersinggungan dengan era awal domain Indonesia 

Keterlibatan Partono Rudiarto dalam ekosistem internet Indonesia dapat ditelusuri jauh sebelum PANDI berdiri. Arsip Domain Tingkat Tinggi Indonesia (DTT-ID) mencatat Partono Rudiarto atau yang lebih dikenal sebagai Didik merupakan mantan postmaster indogtw.uucp. Dalam arsip tersebut, ia menuturkan bahwa DTT-ID telah digunakan secara informal sejak akhir 1980-an oleh Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia (PUSILKOM UI). (RMS46

Pada periode tersebut, penggunaan domain Indonesia masih jauh berbeda dibandingkan dengan kondisi internet saat ini. Sistem seperti pathalias, uumap, smail, dan sendmail digunakan untuk mendukung komunikasi jaringan, sementara alamat seperti indogtw.ui.ac.id belum dapat dikenali secara global sebagaimanab domain .id saat ini. Kondisi tersebut kemudian memunculkan kebutuhan agar DTT-ID dapat terdaftar dan dikelola secara resmi. (RMS46

Perjalanan domain Indonesia terus berkembang hingga .id resmi tercatat sebagai country-code top-level domain Indonesia pada 27 Februari 1993. Data Internet Assigned Numbers Authority (IANA) saat ini mencatat PANDI sebagai pengelola ccTLD .ID, setelah proses redelegasi pengelolaannya kepada PANDI diselesaikan pada 2013. 

Pengelolaan .id melewati sejumlah fase sebelum organisasi tersebut dibentuk. Pada 2005 dan 2006, berbagai pertemuan digelar untuk merumuskan tata kelola yang mampu menjamin pengelolaan domain .id secara profesional, hingga akhirnya PANDI lahir pada 1 September 2006. (PANDI

Domain .id kini telah menembus 1,5 juta pengguna 

Domain .id kini telah menembus 1,5 juta pengguna

Dua puluh tahun sejak PANDI berdiri, penggunaan domain .id telah berkembang menjadi identitas digital utama bagi Indonesia dengan jangkauan global. Pertumbuhan pesat ini didukung oleh ekosistem infrastruktur yang mandiri dan kuat. 

  • Peningkatan Volume: Lebih dari 1,5 juta domain .id telah terdaftar, dengan my.id, .id, dan web.id sebagai ekstensi terpopuler. 
  • Perluasan Pasar: Domain .id kini menguasai mayoritas pangsa pasar di Indonesia (58%), di mana hampir seperempat total penggunanya berasal dari mancanegara. 
  • Kekuatan Infrastruktur: PANDI mengandalkan Sistem Registri Mandiri sejak 2020, yang ditopang oleh puluhan registrar serta ratusan server DNS di lebih dari 100 negara. 

Ketua PANDI Isnawan Aslam mengatakan pertumbuhan domain .id hingga lebih dari 1,5 juta menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan terhadap identitas digital Indonesia. PANDI juga menargetkan jumlah domain .id dapat terus tumbuh hingga sekitar 2,8 juta pada 2031, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan domain Indonesia. 

PANDI membawa identitas Indonesia ke ruang digital 

PANDI membawa identitas Indonesia ke ruang digital

Dalam peringatan 20 Tahun PANDI, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyoroti posisi Indonesia di tengah pertumbuhan ekonomi dan ekosistem digital. Sebanyak 80,6 persen penduduk Indonesia telah terhubung ke internet, yang menurut Nezar harus menjadi modal agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar produk dan platform digital global, tetapi juga menjadi pemain dalam perkembangan ekosistem tersebut. (Kementerian Komunikasi dan Digital

Peran domain .id dalam konteks itu tidak berhenti sebagai alamat sebuah situs. Domain nasional juga membawa identitas Indonesia ke ruang digital, sehingga pengembangannya perlu disertai dengan keamanan, kepercayaan, keterjangkauan, dan kemampuan untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Pemerintah turut mendorong penguatan pertukaran data antara registry, registrar, penyelenggara jasa internet, lembaga keamanan siber, dan tim respons insiden untuk membantu mendeteksi penyalahgunaan domain. 

Perjalanan tersebut selanjutnya akan dibawa ke panggung global melalui ICANN87 Annual General Meeting di Bali pada 17–22 Oktober 2026. Forum internasional itu menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan perkembangan pengelolaan internet nasional, termasuk komitmen terhadap internet yang aman, inklusif, dan multibahasa.  

Bagi Inixindo, penghargaan yang diterima Didik Partono pada peringatan 20 Tahun PANDI bukan hanya menjadi catatan pencapaian personal. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi Indonesia hari ini dibangun melalui perjalanan panjang para pelaku yang ikut membentuk fondasi internet nasional. 

Dari pemanfaatan awal DTT-ID pada akhir 1980-an hingga lebih dari 1,5 juta domain .id pada 2026, ekosistem internet Indonesia telah mengalami perubahan besar. Momentum 20 Tahun PANDI menjadi kesempatan untuk menghargai kontribusi para pelopor sekaligus melanjutkan upaya memperkuat kompetensi, keamanan, tata kelola, dan kedaulatan digital Indonesia

Penguatan ekosistem digital membutuhkan SDM IT yang kompeten

Perkembangan domain .id, penguatan keamanan digital, dan semakin luasnya layanan berbasis teknologi perlu diimbangi dengan sumber daya manusia IT yang kompeten. Profesional tidak hanya dituntut memahami aspek teknis, tetapi juga cybersecurity, tata kelola TI, manajemen risiko, keamanan informasi, dan pengelolaan layanan agar transformasi digital dapat berjalan secara aman dan berkelanjutan. 

Inixindo turut mendukung pengembangan kompetensi tersebut melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi IT. Beberapa program yang relevan antara lain Cybersecurity FoundationIT Management Foundation, serta Implementing IT Governance with COBIT 2019. Seluruh pilihan program pelatihan juga dapat dilihat melalui halaman Training Inixindo.  

Rekomendasi Pelatihan

Dengan penguatan kompetensi SDM yang berjalan beriringan dengan pengembangan infrastruktur dan tata kelola digital, visi membangun ekosistem internet Indonesia yang aman, tepercaya, dan berdaulat dapat terus diperkuat. 

Ads-Lihat jadwal pelatihan dan sertifikasi inixindo 2026-new
Katon Fajar Utomo
The author

Katon Fajar Utomo

Lihat jadwal pelatihan dan sertifikasi Inixindo 2026